• Senin, 5 Desember 2022

Aturan Perjalanan Wajib Vaksin Booster Dinilai Berlebihan dan Rugikan Pariwisata

- Senin, 11 Juli 2022 | 22:29 WIB
Calon penumpang yang belum vaksin booster akan diwajibkan menunjukkan hasil tes negatif PCR atau Antigen, per 17 Juli 2022. (Foto: Dok. Daop VI Yogyakarta PT KAI)
Calon penumpang yang belum vaksin booster akan diwajibkan menunjukkan hasil tes negatif PCR atau Antigen, per 17 Juli 2022. (Foto: Dok. Daop VI Yogyakarta PT KAI)

BANTEN NETWORK - Keputusan pemerintah untuk menerapkan aturan perjalanan terbaru yang mewajibkan pelaku perjalanan sudah menjalani vaksin booster dikritik pelaku usaha pariwsata.

Kewajiban vaksin booster bagi pelaku perjalanan itu dinilai bakal berdampak buruk terhadap sektor pariwisata.

Padahal, sektor pariwisata baru mulai berangsur pulih setelah dua tahun pandemi dan wisatawan mulai meningkat kembali.

Baca Juga: 5 Waterpark Asyik di Kabupaten Tangerang, Buat Main Air di Akhir Pekan

Kritik disampaikan oleh Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat (Jabar).

PHRI KBB menilai kebijakan pemerintah yang kembali akan mene­rapkan aturan wajib vaksin booster, terlalu berlebihan.

Salah satunya, karena kebijakan ini pasti akan berdampak buruk pada sektor pariwisata.

Baca Juga: 5 Cara Alami Turunkan Kolesterol Tinggi Tanpa Obat, Nomor 1 Paling Mudah Tapi Tak Banyak Orang Melakukannya

"Pasti ber­dampak terha­dap wisatawan luar daerah yang liburan seperti ke Lembang atau Kota Bandung," kata Wakil Ketua Perhimpunan Ho­tel dan Res­toran Indonesia (PHRI) Bandung Barat, Eko Suprianto, seperti dikutip BantenNetwork.net dari Pikiran Rakyat, Senin, 11 Juli 2022.

Halaman:

Editor: Sugih Hartanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X