• Senin, 5 Desember 2022

Sri Lanka Hadapi Krisis Ekonomi Hingga Sang Presiden Kabur, dr Tifa: Saya Berharap Tidak Terjadi di Indonesia

- Jumat, 15 Juli 2022 | 18:01 WIB
Ahli epidemiologi klinis, dr Tifauzia Tyassuma atau akrab disapa Dokter Tifa ikut mengomentari atas situasi krisis ekonomi yang tengah melanda Sri Lanka.  (Facebook / Tifauzia Tyassuma)
Ahli epidemiologi klinis, dr Tifauzia Tyassuma atau akrab disapa Dokter Tifa ikut mengomentari atas situasi krisis ekonomi yang tengah melanda Sri Lanka. (Facebook / Tifauzia Tyassuma)

BANTEN NETWORK - Sri Lanka kini tengah dihadapkan pada permasalahan krisis ekonomi yang parah.

Presiden Sri Lanka, Gotabaya Rajapaksa dinilai gagal dalam menangani permasalahan ekonomi di negaranya sendiri sehingga menyebabkan kekacauan.

Kondisi Sri Lanka yang kian memburuk itu berawal saat sektor pariwisata mendapatkan serangan bom ekstremis di gereja dan hotel pada tahun 2019 silam hingga adanya ancaman pandemi Covid-19. 

Kini potret Sri Lanka yang terbelit krisis ekonomi itu berada di ambang kebangkrutan lantaran menanggung beban yang terlalu berat.

Baca Juga: Ivana Trump, Istri Pertama Donald Trump Presiden ke-45 Amerika Serikat Meninggal Dunia

Pemerintahan Sri Lanka tampak kewalahan ketika menyadari uang kas negara yang kian menipis hingga kehabisan uang dolar untuk mengimpor bahan bakar pokok.

Akibat pemerintah yang sudah tidak menyimpan cadangan mata uang asing Dolar itu membuat rakyat Sri Lanka turut terkena imbasnya.

Yakni, di antaranya kekurangan makanan, obat-obatan, bahan bakar minyak (BBM) hingga rakyat Sri Lanka yang tak bisa lagi menikmati listrik.

Baca Juga: Puluhan Mayat Gosong Bergelimpangan di Jalan Haiti Akibat Perang Antargeng

Ironisnya, Sri Lanka dilaporkan tidak mampu untuk membayar hutang luar negeri yang membengkak, yakni mencapai USD51 miliar atau setara dengan Rp766 triliun.

Halaman:

Editor: Della Devia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X